Slider Widget

Ads Here

Minggu, 18 Oktober 2020

Lebih dari 240 Jurnalis Indonesia dinyatakan positif COVID

sukasuka - Abdi, jurnalis stasiun radio swasta Suara Surabaya, tak menyangka bakal terjangkit virus corona. Namun ketika puluhan pekerja lainnya mulai batuk dan merasa demam pada awal September, dia dan rekan-rekannya melakukan tes cepat.

Hasil penelitian menunjukkan 18 orang menderita COVID-19, termasuk Abdi dan 11 orang lainnya di divisinya, kata wartawan itu kepada VOA pada 26 September.

Abdi, yang meminta VOA untuk tidak menggunakan nama aslinya untuk menghindari kemungkinan dampaknya, mengatakan dia terkejut mengetahui dia dites positif, meskipun mengikuti langkah-langkah keamanan.

Suara Surabaya telah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus corona, seperti memakai masker wajah, social distancing, cuci tangan dan mengizinkan beberapa karyawan untuk bekerja dari rumah, kata wartawan tersebut.

Abdi mengatakan dia keluar hanya untuk melaporkan peristiwa penting yang tidak dapat diliput secara virtual sports pada situs http://35.198.221.248 yang bisa anda buat akunnya secara gratis.

"Kami telah membuat protokol wajib seperti itu - penggunaan pembersih tangan, masker wajah, jarak sosial diberlakukan - tetapi kami masih memiliki kasus," kata Abdi.

Wartawan, yang baru pulih dari virus, mengatakan dia khawatir tentang pemberitaan selama pandemi.

Suara Surabaya adalah salah satu dari sedikit perusahaan media di Indonesia yang terbuka kepada publik tentang pekerja yang dinyatakan positif.

Dalam artikel tanggal 7 September, "Akhirnya, Benteng Kita Runtuh", tim editorial outlet tersebut melaporkan kasus-kasus tersebut di antara para jurnalisnya sendiri.

Outlet berita bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk memindahkan 18 pekerja ke sebuah hotel di kota yang digunakan sebagai pusat perawatan COVID.

"Sumber daya manusia adalah aset perusahaan yang tak ternilai dan tak tergantikan. Mereka mendapatkan layanan terbaik," kata Errol Jonathan, CEO Suara Surabaya Media, dalam sebuah pernyataan.

Keamanan lemah

Pengalaman Abdi dan rekan-rekannya di Suara Surabaya bukanlah kasus tersendiri.

Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) mengatakan pada 22 September bahwa setidaknya 242 jurnalis dan pekerja media dinyatakan positif virus corona antara 30 Maret hingga 18 September. Data organisasi tersebut berasal dari kasus pelaporan diri jurnalis, dan informasi yang dilacak oleh 38 Afiliasi AJI.

Hingga Kamis, Indonesia secara keseluruhan memiliki 291.182 kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 10.800 kematian, menurut data dari Pusat Sumber Daya Coronavirus Universitas Johns Hopkins.

Musdalifah Fachri, dari bagian advokasi AJI, mengatakan pemerintah gagal menegakkan protokol kesehatan di beberapa acara pers. Setidaknya tujuh konferensi pers tatap muka yang berlangsung pada Juli dan Agustus tidak mengikuti tindakan pencegahan keamanan pemerintah seperti menjaga jarak fisik, kata AJI.

Acara yang dikutip oleh AJI antara lain konferensi pers yang diadakan oleh Satgas COVID-19 Provinsi Gorontalo pada bulan Juli dan pengarahan oleh Ilyas Panji Alam, Kepala Wilayah Administrasi Kabupaten Ogan Ilir di Sumatera Selatan, di mana dia mengumumkan bahwa dia terkena virus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar